Kjeld Kirk Kristiansen, Sukses Berharta Rp103 T dari Jualan LEGO

Estimated read time 3 min read

 mainan bisa saja jadi menjadi yang digunakan dimaksud mampu digunakan untuk memupuk.

Itu juga yang mana digunakan terjadi pada Kjeld Kirk Kristiansen. Mengutip Forbes, akibat perusahaan mainan itu, Kristiansen mampu miliki kekayaan sampai dengan US$6,6 miliar.

Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp15.703 per dolar AS, kekayaan yang digunakan disebut tembus Rp103,63 triliun. 

Lalu siapa sebenarnya Kristiansen dan mainan seperti apa yang tersebut ia jual sehingga sanggup mendapatkan kekayaan sebanyak itu?

Mengutip berbagai sumber, salah satunya woodgram.com, Kristiansen lahir di Billund, Denmark pada 27 Desember 1947. 

Ia adalah cucu Ole Kirk Christiansen serta putra Godtfred Kirk Christiansen, pendiri LEGO, perusahaan pembuat mainan pembangunan yang dimaksud dimaksud berbasis dalam tempat Billund, Denmark.

Dengan kata lain, latar belakang keluarga yang mana mana sudah punya bisnis mainan, menjadi penentu kesuksesannya hingga menjadi kaya raya seperti sekarang ini. Semua cerita kekayaan itu bermula usai ia meraih gelar sarjana dari Universitas Aarhus dan lalu pascasarjana dari IMD Business School di dalam tempat Swiss.

Setelah menerima gelar MBA itu, Kristiansen memutuskan untuk bergabung dan mengembangkan LEGO. Statusnya yang tersebut mana merupakan cucu dari pendiri perusahaan menyebabkan karirnya langsung melesat.

Pasalnya, kakek serta ayahnya langsung mempercayainya untuk duduk menjadi dewan direksi perusahaan. Namun, hal itu tak membuatnya duduk santai juga menerima bayaran serta dividen saja.

Ia berupaya melakukan inovasi agar kinerja perusahaan semakin moncer. Berbekal kecintaan lalu hobinya terhadap arsitektur, ia mencari cara agar komoditas mainan yang dimaksud dimaksud dihasilkan LEGO mampu jadi semakin menarik lalu laku di dalam area pasar. 

Akhirnya, pada bawah kepemimpinannya, LEGO berhasil menciptakan tema mainan baru, Figur Seri Arsitektur LEGO kecil pertama berbentuk bangunan ikonik dari seluruh dunia.

Serial ini menjadi sangat populer dalam kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Maklum, serial mainan ini dipandang mampu mendorong pemainnya untuk mengeksplorasi kreativitas mereka.

Tak belaka itu, serial mainan ini juga bisa saja jadi menggerakkan penggunanya mengapresiasi keindahan arsitektur juga menginspirasi jutaan orang untuk melihat bangunan dari sudut pandang yang dimaksud benar-benar baru.

Sejak debutnya pada 1978 dan peluncuran serial itu, perdagangan figur miniatur LEGO moncer. Produk dari LEGO ditawarkan pada tempat 133 negara pada sampai 1996.

Penjualan figur itu juga berhasil tembus 4 miliar sampai dengan 2020. Penjualan itu merupakan rekor di dalam dalam seluruh dunia.

Kinerja transaksi jual beli yang dimaksud moncer itu menciptakan LEGO mencapai pertumbuhan luar biasa di dalam area bawah Kristiansen. Ia lantas mencoba untuk terus mengembangkan perusahaan dengan merambah industri taman hiburan.

Perusahaan ini telah dilakukan lama mendirikan dua taman hiburan LEGOLAND. Salah satunya, dalam Billund, Denmark.

Selain itu ada juga pada Windsor, sebuah lingkungan yang digunakan dekat dengan kastil keluarga kerajaan Inggris.

Ia juga mengejar lisensi merek dari para pemilik kekayaan intelektual untuk pengembangan item mainan perusahaan. Salah satu yang tersebut dimaksud sukses didapat adalah lisensi Star Wars pada 1990-an.

Dengan lisensi ini, LEGO memproduksi Set LEGO pertama dengan tema Star Wars pada 1999. Kesuksesan besar ini memicu LEGO melakukan tambahan banyak lagi kolaborasi serupa dengan perusahaan lain.

Karena kesuksesan ini, Kristiansen kemudian ditunjuk sebagai ketua perusahaan investasi modal keluarga, Krikbi. Krikbi ini yang dimaksud mana bertanggung jawab terhadap 75 persen kepemilikan saham keluarga pada area LEGO. 

Namun, pada awal milenium baru, kedigdayaan Kristiansen sirna. Pada awal dekade 2000-an, bidang usaha LEGO merugi akibat meningkatnya persaingan.

Dampaknya, banyak lini industri LEGO yang digunakan disetop. Lebih dari 1.000 karyawan diberhentikan oleh LEGO pada area bawah kepemimpinan Kristiansen setelah bisnisnya merugi US$330 jt pada 2003.

Merasa bertanggung jawab atas permasalahan itu, Kristiansen akhirnya memilih mundur sebagai CEO LEGO pada 2004. Ia kemudian fokus pada perannya sebagai pemilik Grup Lego kemudian perwakilan ketua dewan, sambil mempertahankan perannya sebagai ketua dewan KIRKBI A/S, Lego Holding A/S, kemudian Lego Foundation.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours