Isi Respons Erick soal Ahok Curiga Ada Bos Partai ‘Makan’ Subsidi LPG

Estimated read time 2 min read

Menteri   buka pernyataan persoalan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau  curiga ada petinggi partai urusan urusan politik mengelola agen penyalur kemudian bergabung ‘makan’ subsidi LPG 3 kg.

Erick mengatakan pihaknya akan terlibat membereskan masalah itu. Ia juga sudah meminta-minta direksi Pertamina turut turun tangan.

Dengan kata lain, Erick meminta-minta para direksi juga berkoordinasi dengan jajaran komisaris, termasuk Ahok.

“Saya juga berharap komisaris Pertamina bersama-sama bekerja identik dengan direksinya, tiada ada sendiri-sendiri. Kan dia itu satu grup,” kata Erick pada Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Erick juga mengatakan jika jelas ada aroma korupsi dalam penyaluran LPG 3 kg, maka dirinya akan menjadi pihak pertama yang dimaksud dimaksud memenjarakan oknum tersebut.

“Nah, tapi kalo ternyata ada korupsi pada dalam LPG, saya penjarakan pertama. Nah, tetapi kalau ada permainan LPG, permasalahan impor segala ya kita juga tangkap kalo yang mana dimaksud main-main. Ini yang digunakan dimaksud kami dorong,” tutur Erick.

Ahok mencium ada keterlibatan petinggi partai kebijakan pemerintah dalam pengelolaan agen penyaluran subsidi LPG 3 kg.

Ahok mengatakan akan mengatasi hambatan itu serta siap membantu daerah mana belaka yang digunakan mau menolong warganya mendapatkan barang subsidi.

“Kami buka-bukaan saja, disinyalir orang berkuasa dari partai kebijakan pemerintah banyak yang dimaksud yang disebut pegang agen, kalau mau jadi orang kaya jangan makan uang subsidi rakyat, dagang yang dimaksud digunakan lain saja,” katanya di tempat dalam Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (10/10), seperti dikutip dari Antara.

Ahok mengatakan Pertamina telah lama dilaksanakan menemukan banyak agen nakal. Pertamina katanya, langsung bertindak cepat serta tegas dengan langsung memutus kerja identik dengan agen tersebut.

Namun, Ahok belum puas dengan hasil itu. Karenanya, ia meminta-minta pemerintah daerah (pemda) membantu Pertamina untuk menertibkan ulah agen nakal tersebut.

“Bagi warga, jangan mau antre lagi untuk biaya Rp30 ribu. Orang Pertamina harus takut mirip pemda, jangan takut dengan agen nakal. Kita minta walikota membantu Pertamina juga untuk mengecek mana warga yang digunakan hal tersebut layak menerima,” kata dia.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours