Siswi JIS Buat Batu Bata Ramah Lingkungan, Kurangi Emisi Karbon

Estimated read time 3 min read

Ide menyebabkan materi bangunan ramah lingkungan demi mengatasi polusi udara menghasilkan Sheina Ashley Pribadi, siswi kelas 12 pada area Jakata Intercultural School bergerak menginisiasi proyek ACE yang mana digunakan bertujuan mengurangi emisi karbon.

Sheina mengatakan, proyek ACE menggantikan sebagian besar semen pada batu bata dengan fly ash yang mana mana merupakan produk-produk sampingan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Jika tiada dimanfaatkan untuk pembuatan semen ini, fly ash semata-mata jadi sampah yang mana dapat mencemari saluran air serta berakhir di tempat tempat tempat pembuangan sampah,” kata Sheina pada Minggu (8/10), dilansir dari Detik.

Melalui proyek ACE, Sheina ingin menggunggah kesadaran terkait pemakaian material bangunan rendah polusi, dengan dampak jangka panjang sebagai perlambatan perubahan iklim.

Sheina mengungkapkan, ide proyek ACE diperoleh ketika dirinya mengikuti kursus solusi tentang lingkungan pada 2022 pada area Stanford. Setelah berkonsultasi dengan profesor juga insinyur dalam bidang terkait, Sheina pun mencoba bereksperimen pada rumah, menciptakan prototype hingga melakukan pengujian pada area laboratorium.

“Formula yang dimaksud terakhir dapat mencegah 50 persen lepasnya karbondioksida. Setiap kilogram semen yang dimaksud digunakan diganti dengan fly ash menghemat 0.9 kilogram karbondioksida agar tidaklah terbuang ke atmosfer,” katanya.

Belum berhenti pada dalam sana, Sheina yang tersebut mana pernah meraih juara Technovation Girls Indonesia 2023 kemudian menguji kekuatan dengan kompresi. Sebanyak sembilan prototipe batu bara terkuat diuji pada laboratorium Universitas Tarumanegara Jakarta.

Hasilnya, formula terakhir yang ditemukan Sheina itu dinyatakan melampaui standar FC20, yakni mutu sedang beton standar Kementerian Pekerjaan Umum kemudian juga Perumahan Rakyat.

Saat ini, batu bata ramah lingkungan karya Sheina pun mulai diproduksi, dibantu lokakarya selama Bogor dengan komponen baku fly ash dari PLTU Paiton, Malang.

Sementara ini, batu bata ramah lingkungan itu masih diperuntukkan membangun infrastruktur umum, seperti trotoar rusak pada kawasan sekolah Al-Firdaus di area tempat Bumi Serpong Damai, Tangerang.

Sheina menyatakan, dirinya belum terpikir untuk menggunakan batu bata ramah lingkungan untuk tujuan komersil.

“Meskipun kami punya harapan di dalam area masa depan, proyek ini bukan bertujuan memasarkan batu bata secara komersial. Batu bata ini akan digunakan untuk memberikan manfaat bagi warga serta lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, Sheina menyampaikan harap agar batu bara ramah lingkungan temuannya segera dipatenkan, juga mendapatkan perusahaan bangunan sebagai mitra. Terlebih, Sheina pun sudah menerima hibah dari The Iris Project yang dimaksud dimaksud memperkuat gerak generasi muda untuk melindungi lalu memulihkan alam.

“Bisa mengembangkan produk-produk ini bermitra dengan perusahaan bangunan di tempat tempat Indonesia agar sanggup hanya memproduksi secara massal untuk menciptakan materi bangunan yang mana lebih lanjut banyak ramah lingkungan, untuk mengurangi emisi karbon,” ujar Sheina.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours