Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi, bahwa teh hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Itu akibat teh hijau mempunyai kandungan nutrisi juga kaya akan antioksidan.
Salah satu manfaat teh hijau yang tersebut hal itu sering diklaim adalah dapat menurunkan berat badan. Seperti apa fakta ilmiahnya?
Mengutip website kesehatan Medical News Today, kandungan dalam teh hijau mampu meningkatkan pembakaran lemak juga laju metabolisme tubuh. Proses ini memungkinkan tubuh mengubah makanan serta minuman menjadi energi yang mana dapat digunakan secara kolektif, dikenal sebagai metabolisme. Teh hijau mungkin bermanfaat untuk menurunkan berat badan dengan membantu metabolisme tubuh menjadi lebih besar besar efisien.
Teh hijau juga mengandung kafein serta sejenis flavonoid yang mana mana disebut katekin, yang yang merupakan antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa kedua senyawa ini dapat mempercepat metabolisme.
Katekin dapat membantu memecah lemak berlebih, sedangkan katekin yang digabung dengan kafein dapat meningkatkan jumlah total keseluruhan energi yang dimaksud digunakan tubuh.
Beda hasil penelitian teh hijau untuk menurunkan berat badan
Sebuah ulasan yang digunakan yang diterbitkan pada tahun 2010 menemukan bahwa suplemen teh hijau, yang digunakan mengandung katekin atau kafein, miliki dampak kecil namun positif pada penurunan berat badan lalu pengelolaan berat badan.
Studi yang hal itu tambahan tinggi baru menyelidiki penyelenggaraan klinis teh hijau untuk merangsang penurunan berat badan pada orang yang mana kelebihan berat badan atau obesitas. Meskipun ditemukan bahwa teh hijau mempunyai dampak positif terhadap penurunan berat badan, hasilnya tak signifikan, lalu penulis menyimpulkan bahwa hal itu bukan miliki dampak klinis yang mana dimaksud signifikan.
Terdapat dasar teoritis mengenai manfaat teh hijau untuk menurunkan berat badan, lalu juga beberapa bukti empiris telah lama diimplementasikan ditemukan untuk memperkuat klaim ini dalam tempat luar pengaturan klinis.
Hanya saja, penelitian di area tempat bidang ini cenderung menggunakan dosis yang dimaksud dimaksud mengandung proporsi katekin atau kafein lebih banyak banyak tinggi dibandingkan dengan secangkir teh hijau pada umumnya.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa manfaat teh hijau untuk menurunkan berat badan kemungkinan besar sangat kecil. Dampak teh hijau tidaklah begitu bermanfaat dibandingkan metode penurunan berat badan sehat lainnya, seperti olahraga, yang dimaksud mempunyai manfaat metabolisme jarak berjauhan lebih besar besar besar.
Berolahraga secara teratur serta mengonsumsi makanan sehat dengan banyak sayuran adalah strategi penurunan berat badan yang mana digunakan sangat efektif. Teh hijau yang mana digunakan digunakan bersamaan dengan metode ini dapat meningkatkan hasil positifnya.
Cara mengonsumsi teh hijau
Minum 2 hingga 3 cangkir teh hijau panas setiap hari sudah cukup untuk membantu menurunkan berat badan. Jumlah pastinya sanggup bervariasi untuk setiap orang, tergantung pada berapa banyak kafein yang mana digunakan mereka konsumsi juga metabolisme alami mereka.
Teh hijau tersedia dalam berbagai jenis, tetapi untuk menurunkan berat badan, kemungkinan besar tiada ada perbedaan yang dimaksud signifikan pada antara keduanya. Teh hijau biasa yang dimaksud digunakan diproses secara minimal kemungkinan besar masih mempertahankan kandungan nutrisi terkaya.
Teh hijau dinilai aman dikonsumsi. Namun, dalam beberapa kasus, Anda harus berhati-hati, oleh sebab itu kafein dalam dosis besar dapat menimbulkan kesulitan bagi merek yang tersebut digunakan berisiko mengalami kesulitan jantung atau tekanan darah tinggi.
Manfaat kesehatan teh hijau lainnya
Teh hijau mengandung berbagai senyawa berbeda, termasuk:
- Vitamin B
- Folat
- Magnesium
- Dlavonoid
- Antioksidan
Teh hijau sudah pernah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk:
- Mengurangi kolesterol
- Meningkatkan fungsi jantung
- Mengurangi risiko penyakit Alzheimer
- Mengelola diabetes tipe 2
- Memiliki sifat anti kanker
Namun, perlu dicatat, bukti dari banyak klaim ini masih belum meyakinkan. Misalnya, tinjauan penelitian tahun 2009 yang dimaksud menghubungkan konsumsi teh hijau dengan pencegahan kanker tak dapat menemukan bukti kuat yang dimaksud mana mengupayakan klaim tersebut.
Ulasan terbaru tahun 2013 menemukan beberapa bukti yang digunakan menunjukkan konsumsi teh hijau dapat menurunkan kolesterol. Namun, hal ini didasarkan pada beberapa orang kecil penelitian jangka pendek.
Kesimpulannya, penelitian jangka panjang juga berkualitas tinggi diperlukan untuk meyakinkan apakah teh hijau bermanfaat untuk kondisi medis apa pun.
+ There are no comments
Add yours