Alasan Tak Terduga Banyak Hewan Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Estimated read time 3 min read

Jakarta – Hubungan sesama jenis yang dimaksud yang disebut menjadi perdebatan sekaligus kerap ditentang warga dunia ternyata tiada belaka ditemukan pada manusia, tetapi juga hewan. Hal ini terbukti melalui studi terhadap lebih besar lanjut dari 6.000 spesies mamalia.

Melansir dari The New York Times, para ilmuwan sudah pernah mengamati perilaku hubungan sesama jenis pada tambahan besar dari 1.500 spesies hewan, seperti jangkrik, landak laut, lumba-lumba botol, serta juga bonobo.

Hasilnya, para peneliti menyimpulkan bahwa hubungan sesama jenis ini sudah muncul sejak awal kerajaan hewan. Namun, hubungan sesama jenis pada mamalia disebut baru muncul ketika jenis hewan menyusui itu mulai hidup dalam kelompok sosial.

Meskipun bukan menghasilkan keturunan, hubungan sesama jenis disebut menghasilkan keuntungan lain, salah satunya adalah meredakan konflik.

“Perilaku ini (hubungan sesama jenis) kemungkinan besar berkontribusi pada pembentukan juga pemeliharaan hubungan sosial yang dimaksud dimaksud positif,” kata ahli biologi evolusi dalam dalam Stasiun Eksperimental Zona Arid di tempat area Almeria, Spanyol sekaligus penulis studi, Jose Gomez, dikutip Jumat (13/10/2023).

Melalui studinya, Gomez serta rekan-rekannya mencari pola evolusi besar yang tersebut dimaksud menyebabkan munculnya hubungan sesama jenis pada beberapa spesies.

Para peneliti melakukan survei terhadap 6.649 spesies mamalia yang tersebut berasal dari nenek moyang mirip reptil sekitar 250 jt tahun yang digunakan lalu. Dalam literatur ilmiah, mereka itu mencatat spesies apa semata yang digunakan yang disebut terindikasi melakukan hubungan sesama jenis.

Adapun, kriteria hubungan sesama jenis dalam studi ini adalah kencan juga perkawinan hingga ikatan hubungan jangka panjang.

Ilustrasi monyet (SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images)Foto: Ilustrasi monyet (SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images)

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 4 persen atau 261 spesies dari seluruh spesies mamalia menunjukkan perilaku hubungan sesama jenis. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar jenis mamalia, baik jantan maupun betina, sama-sama berpotensi melakukan hubungan seksual sesama jenis.

Para peneliti kemudian menyelidiki bagaimana perilaku ini muncul pada mamalia melalui “pohon evolusi” atau garis evolusi. Hasilnya, spesies yang masuk dalam area seluruh cabang “pohon evolusi” menunjukkan bahwa hubungan sesama jenis muncul secara independen dalam setiap garis keturunan.

“Berdasarkan data yang mana mana tersedia saat ini, tampaknya hubungan sesama jenis sudah pernah berevolusi beberapa kali,” kata Dr. Gomez.

Para peneliti menyimpulkan bahwa anggota awal dari kelompok besar mamalia yang digunakan dimaksud hidup saat ini, seperti primata atau kucing, kemungkinan besar tidaklah melakukan hubungan seksual sesama jenis. Namun, hubungan sesama jenis baru muncul ketika garis keturunan baru berevolusi.

Hidup dalam kelompok sosial memberikan banyak manfaat bagi mamalia, seperti perlindungan ekstra dari predator. Namun, ini juga menciptakan tantangan baru. Hewan mamalia mungkin membentuk hierarki, seperti hewan peringkat atas menjaga hewan peringkat bawah agar patuh. Namun, konflik-konflik ini mampu jadi menyebabkan perpecahan kelompok yang mana digunakan tak menguntungkan siapa pun.

Dr. Gómez mengatakan, hubungan seksual sesama jenis mungkin adalah salah satu cara bagi mamalia untuk mengendalikan hubungan sosial, membentuk ikatan kemudian hubungan, berdamai setelah konflik, atau untuk mengalihkan konflik menjadi kencan.

Sementara itu, Primatolog dalam University of Lethbridge di dalam tempat Kanada, Paul Vasey, yang mana dimaksud tiada terlibat dalam studi mengatakan bahwa sebagian peneliti menyimpulkan bahwa faktor utama hubungan sesama jenis adalah evolusi kelompok sosial.

“Bagi siapa pun yang mana dimaksud akrab dengan literatur, saya rasa mungkin bukan mengejutkan jika menemukan alasan perilaku seksual sesama jenis adalah berkaitan dengan sifat sosial,” kata Dr. Vasey.

“Akan lebih lanjut lanjut baik jika melihat kesimpulan ini didukung oleh metode yang digunakan hal tersebut digunakan oleh para penulis,” lanjutnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours