Ahli Bongkar Sarkofagus Romawi di Prancis, Isinya Perempuan Spesial

Estimated read time 3 min read

Para  Perancis menggali sebuah kuburan kuno timur laut Prancis juga menemukan sebuah sarkofagus era Romawi berusia 1.800 tahun. Siapa sosok yang tersebut dimaksud tersimpan dalam  itu?

Sarkofagus yang belum dijarah serta belum pernah dibuka itu diprediksi berasal dari abad kedua Masehi. Berbahan batu kapur kasar, peti itu ditutup rapat dengan delapan jepitan besi dengan isinya tersembunyi dalam bawah batu tebal seberat 770 kilogram.

Tim peneliti yang tersebut itu tergabung dalam area Institut Penelitian Arkeologi Pencegahan Nasional Prancis (INRAP) melihat sekilas apa yang hal itu ada pada dalamnya dan juga juga memindai sarkofagus dengan sinar X.

Arkeolog kemudian memasukkan kamera endoskopi yang memperlihatkan kerangka perempuan yang tersebut hal tersebut diduga dari kalangan elite.

“Ini sangat luar biasa, ini adalah pertama kalinya kami menemukan makam yang dimaksud digunakan masih utuh kemudian belum dijarah,” ujar Agnès Balmelle, asisten direktur ilmiah lalu teknis INRAP, dikutip dari LiveScience.

Kerangka wanita itu dikelilingi oleh aksesori kecantikan, termasuk cermin kecil, cincin kuning lalu sisir, yang digunakan itu dimaksudkan untuk menemani jenazah ke alam baka.

Balmelle mengatakan makam yang digunakan digunakan begitu monumental menunjukkan bahwa wanita itu meninggal berusia sekitar 40 tahun serta mempunyai status khusus.

temuan sarkofagus kuno berisi jasad perempuan. dok inrapPenampakan isi sarkofagus kuno di Reims. (dok inrap)

“Kerangka itu memenuhi seluruh ruang pada dalam dalam wadah 1,53 meter,” tambah Balmelle. Ruang itu belaka menyisakan tempat buat aksesori serta empat lampu minyak kemudian dua botol kaca yang digunakan mungkin berisi minyak wangi.

Para arkeolog menemukan sarkofagus yang mana saat menggali pekuburan kuno atau nekropolis seluas lebih besar banyak dari 1.200 meter persegi di area area kota Reims, Prancis.

Selama abad kedua, Reims, yang mana saat itu dikenal sebagai Durocortorum, merupakan salah satu kota terbesar dalam Kekaisaran Romawi dan juga juga ibu kota Belgic Gaul.

Itu merupakan sebuah provinsi dalam timur laut Galia Romawi yang digunakan meliputi sebagian wilayah Prancis modern, Belgia, Luksemburg, Belanda, kemudian Jerman.

Nekropolis yang mana mana baru digali ini adalah salah satu dari beberapa nekropolis yang dimaksud berada dalam dalam luar benteng kota dan juga juga pada area sepanjang tujuh jalan utama yang digunakan mengarah ke kota-kota metropolitan Galia Romawi lainnya, termasuk Lutetia (sekarang Paris) lalu Lugdunum (sekarang Lyon).

Sejak pemakaman pertama terungkap pada paruh kedua abad ke-19, para arkeolog sudah pernah dilaksanakan menggali 5.000 pemakaman kuno pada Reims.

Namun, sebagian besar pemakaman ini dijarah selama berabad-abad. Barang-barang yang dimaksud mana masih ada sebagian besar dihancurkan selama Perang Dunia I, ketika museum tempat dia itu disimpan dibom.

Sarkofagus yang dimaksud mana disegel adalah makam pertama yang tersebut mana belum dijarah dari jenisnya yang digunakan digunakan ditemukan dalam tempat bekas kota Galia-Romawi, menurut pernyataan tersebut.

Di daerah sekitarnya, para arkeolog menemukan 20 jasad manusia yang digunakan mana dikubur juga dikremasi selama beberapa abad. Sisa-sisa ini akan ditambahkan ke bank sampel yang digunakan mana terus bertambah yang yang diselamatkan dari pekuburan Reims.

Para ilmuwan berharap membandingkan DNA dari kerangka dalam sarkofagus dengan beberapa sampel ini dapat menentukan apakah wanita itu berasal dari kalangan elit lokal atau asing.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours