Pesawat Antariksa Psyche Sukses Meluncur ke Luar Angkasa

Estimated read time 4 min read

Pesawat antariksa  berhasil diluncurkan ke luar angkasa lalu memulai perjalanan menuju  yang mana mana kaya logam dengan misi mencari tahu asal-usul pembentukan planet berbatu seperti Bumi.

Menurut keterangan NASA, “Psyche berhasil diluncurkan pada Jumat pukul 10.19 EDT (21.19 WIB) dengan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Launch Pad 39A pada Kennedy Space Center NASA di dalam dalam Florida.”

“Selamat kepada tim Psyche atas kesuksesan peluncurannya, perjalanan pertama menuju asteroid kaya logam,” kata Direktur NASA Bill Nelson dalam keterangannya.

“Misi Psyche dapat memberikan informasi baru kepada umat manusia tentang pembentukan planet sambil menguji teknologi yang dimaksud digunakan dapat digunakan pada misi NASA di tempat dalam masa depan.”

Misi Psyche, kata NASA, merupakan “demonstrasi teknologi Komunikasi Optik Luar Angkasa Jauh (Deep Space Optical Communication),” sebuah pengujian komunikasi laser luar angkasa yang dimaksud yang dapat memperkuat misi eksplorasi di dalam area masa depan.

Keunggulannya adalah punya lebih tinggi besar banyak bandwidth untuk mengirimkan data dibandingkan komunikasi frekuensi radio tradisional.

Lima menit setelah lepas landas, setelah roket tahap kedua naik ke ketinggian yang cukup tinggi, fairing (struktur tambahan untuk mengurangi hambatan)-nya terpisah dari roket juga kembali ke Bumi.

Sekitar satu jam setelah peluncuran, pesawat ruang angkasa terpisah dari roket, kemudian pengendali pada area darat menunggu untuk mendapatkan sinyal dari pesawat ruang angkasa.

Tak lama kemudian, pesawat ruang angkasa Psyche memasuki mode aman yang dimaksud mana direncanakan. Yakni, cuma menyelesaikan aktivitas rekayasa minimal sambil menunggu perintah lebih tinggi lanjut lanjut dari pengontrol misi di tempat dalam Bumi.

Psyche menjalin komunikasi dua arah pada pukul 11.50 EDT (22.50 WIB) dengan kompleks Deep Space Network NASA di tempat dalam Canberra, Australia. Laporan telemetri awal menunjukkan pesawat luar angkasa itu dalam kondisi bagus.

“Tetapi ini sebenarnya bukanlah garis finis; ini adalah garis awal untuk maraton berikutnya. Pesawat luar angkasa kita akan berangkat menuju asteroid kita, juga kita akan mengisi kesenjangan lain dalam pengetahuan kita – lalu mewarnai dunia lain di area tempat tata surya kita,” kata Lindy Elkins-Tanton, peneliti utama Psyche di tempat dalam Arizona State University dalam tempat Tempe.

Pada Agustus 2029, pesawat ruang angkasa ini akan mulai mengorbit asteroid 16 Psyche selebar 279 kilometer – satu-satunya asteroid kelas logam yang tersebut pernah dieksplorasi.

Karena kandungan logam besi-nikel yang tersebut dimaksud tinggi pada Psyche, para ilmuwan mengira itu mungkin merupakan sebagian inti planetesimal, sebuah komponen penyusun planet awal. Tujuannya adalah penyelidikan sains selama 26 bulan.

“Dengan mempelajari asteroid Psyche, kami berharap dapat lebih tinggi lanjut memahami alam semesta lalu juga tempat kita pada dalamnya, terutama mengenai inti logam yang tersebut digunakan misterius kemudian mustahil dijangkau di tempat dalam planet selama kita, Bumi,” kata Nicola Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di area area Markas Besar NASA dalam Washington.

Selama perjalanan enam tahun sejauh 3,6 miliar kilometer ke sabuk asteroid utama antara Mars juga Jupiter, Psyche mengandalkan tenaga penggerak listrik tenaga surya.

Sistem propulsi atau pendorong yang digunakan digunakan efisien bekerja dengan mengeluarkan atom atau ion bermuatan dari gas netral xenon untuk menciptakan daya dorong yang dimaksud mana menyokong pesawat ruang angkasa dengan lembut.

Dalam perjalanannya, pesawat luar angkasa hal yang akan menggunakan gravitasi Mars sebagai semacam ketapel untuk mempercepat perjalanannya.

100 hari pertama misi merupakan fase commissioning, yang digunakan dimaksud disebut periode pemeriksaan awal, untuk melakukan konfirmasi semua sistem penerbangan dalam keadaan sehat.

Kunci dari pemeriksaan ini adalah menjamin pendorong listrik siap untuk mulai melontar terus-menerus pada lintasan yang dimaksud dimaksud panjang.

Peluang pertama untuk melakukan demonstrasi teknologi komunikasi optik diperkirakan akan terjadi sekitar tiga minggu lagi. Yakni, ketika Psyche berada pada sekitar 7,5 jt kilometer dari Bumi.

Ini akan menjadi uji coba komunikasi optik atau laser berkecepatan tinggi di dalam area luar Bulan.

“Dalam beberapa minggu mendatang, Deep Space Optical Communications akan mulai mengirimkan data kembali ke Bumi untuk menguji kemampuan penting ini untuk masa depan eksplorasi ruang angkasa,” kata Prasun Desai, penjabat administrator asosiasi, Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa (STMD) dalam markas NASA.

“Wawasan yang digunakan mana kami pelajari akan membantu kami memajukan teknologi baru yang tersebut dimaksud inovatif ini dan, pada akhirnya, mencapai tujuan yang mana dimaksud tambahan berani pada bidang luar angkasa.”

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours